BERITA

  • Gadis Kecil sebagai Huffadz baru di Universitas ternama di Kota Bengawan

    Gadis Kecil sebagai Huffadz baru di Universitas ternama di Kota Bengawan

    Perjalanan seorang Gadis Kecil (Al-Hafidzoh) hingga diterimanya sebagai Huffadz baru di Universitas ternama di Kota Bengawan

    Part 1

    Hari itu seorang gadis kecil berkepang dua dengan pita merahnya, sedang membujuk sang ibu untuk dimasukkan ke sekolah negeri (SD) setelah ia tamat dari taman kanak-kanak (TK). Ia enggan masuk madrasah ibtidaiyah (MI), menurutnya jika ia di MI akan dituntut pakai jilbab dan itu tidak menyenangkan baginya, selain gerah pasti rambutnya tidak akan bisa dikepang 2 lagi. Ibu hanya tersenyum tipis mendengarkan celotehan anaknya itu.

    Part 2

    Hari itu tiba gadis kecil itu bersama ibunya ke madradah untuk mendaftar. gadis itu hanya mengikuti langkah ibunya, ia merasa gagal untuk bersekolah di negeri. meski awalnya kecewa ia tetap senang dengan teman-teman barunya, hingga 6 tahun berakhir.

    Part 3

    Beberapa hari menjelang pengumuman UN. gadis itu dengan beberapa temannya berencana akan mendaftar di sekolah negeri tak jauh dari rumahnya. dan lagi sang ibu tidak mengijinkan itu, bahkan ibunya akan memasukkannya di pondok dan "menghafal qur'an". gadis itu menangis tersedu membayangkan tinggal di pondok. apa yang akan terjadi? mengingat ia tidak akan masuk ke SMP negeri saja sudah cukup membuatnya sedih apalagi harus mondok dan lagi "menghafal qur'an" sangat menakutkan untuk gadis itu.

    Part 4

    Rabu, 6 Juli 2011. sore yang indah diantar ayah dan ibunya gadis itu akan mulai mengawali harinya di pondok. ia sudah berdamai dengan hatinya untuk menuruti keinginan sang ibu. seminggu lagi gadis itu juga akan masuk ke tsanawiyah. ya mungkin kali ini ia harus menurut (lagi). tak apa.

    Part 5

    3 tahun berlalu. cita-cita itu masih tertancap kuat, gadis itu tumbuh dewasa, ia masih optimis jika kali ini akan berhasil. masuk SMA negeri. dan tak disangka pun ibu mengijinkannya, gadis itu semakin bersemangat. tapi tak lupa juga ia ingin keluar dari pondok. ia berharap setelah diterima nanti, ia ingin sekali menjadi anggota cheerleader. it's funny. menurutnya.

    Part 6

    Qadarullah. ternyata nilai ujian itu tidak cukup untuk masuk sekolah negeri. gadis itu, gadis kecil dulu itu kini kembali terisak. ia tidak terima, menangis marah sejadi-jadinya, dan mengumpat. ibu menenangkannya "apa yang menurut kamu itu baik belum tentu baik menurut allah, dan apa yang menurut kamu buruk belum tentu buruk juga menurut allah. sabar". gadis itu tetap tidak peduli. tidak peduli lagi ia harus sekolah dimana. TIDAK PEDULI.

    Part 7

    Gadis itu menyerah, tapi ia harus sekolah. kabar dari seorang tetangga akhirnya ibu membawanya sekolah di madrasah aliyah [MA Al-Islam Jamsaren Surakarta] ia lagi lagi menurut, tidak tau lagi harus mengelak bagaimana. beberapa hari di aliyah membawa perubahan baginya. tersadar bahwa apa yang ia jalani masih banyak kekurangan. ia mulai memperbaiki diri, hingga "say no to pacaran" ia pelajari di aliyah. masya allah. sampailah 3 tahun berakhir..

    Part 8

    Waktu berjalan tanpa ia sadari. berbagai persiapan untuk masuk ke PTN pun ia jalani, impiannya pun masih sama, sama seperti beberapa tahun silam. walau kali ini ia sedikit ragu, ia masih berharap banyak untuk itu. selang waktu beberapa hari, hari itu pengumuman SNMPTN dan alhamdulillah kali ini cita-cita tercapai, ia masuk di universitas negeri di daerahnya. rasa syukur tak henti-hentinya ia panjatkan. Allah pasti akan mengabulkan setiap do'a hambaNya, boleh jadi tidak sekarang tapi nanti. Dan itu pasti jauh jauh jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan. karena skenario Allah adalah yang terbaik.

    by: gadis kecil Silmi Nur Alfiah :D

    diambil dari laman FB. Silmi Nur Alfiah.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks